Minggu, 10 Mei 2015

Resep Buntil Daun Singkong Isi Teri Nasi/Medan Pedas

Resep Buntil Daun Singkong Teri Nasi/Medan Pedas
Buntil daun singkong isi teri medan/teri nasi ini rasanya enak apalagi dimasak dengan kuah santan. Rasa pedas yang diperoleh sebenarnya dari cabe rawit yang dimasak utuh. Cara demikian dilakukan agar masakan sendiri tidak langsung terasa pedas, jadi untuk yang takut pedas tidak perlu khawatir untuk ikut menikmati hidangan buntil daun singkong.

RESEP BUNTIL DAUN SINGKONG ISI TERI MEDAN
Bahan dan bumbu isi buntil:
  • 2 ikat daun singkong lepaskan daun dari tangkai, cuci bersih
  • 50 sendok makan teri medan
  • 150 gram kelapa parut
  • 1 batang serai, digeprek
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 1/2 sendok teh kaldu ayam bubuk atau sesuai selera (bila suka)
Bumbu halus untuk isian:
  • 4 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 4 buah cabe merah keriting
  • 1/2 sendok teh ketumbar
  • 2 cm jahe
  • 2 cm lengkuas
  • 2 cm kencur
Bahan dan bumbu kuah:
  • 200 ml santan atau kurangi bila ingin lebih cair
  • 500 ml air
  • 4 buah cabe rawit merah utuh
  • 6 buah cabe rawit hijau utuh
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai digeprek
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 sendok teh gula pasir
  • 1/2 sendok teh kaldu ayam bubuk atau sesuai selera (bila suka)
Bumbu halus untuk kuah:
  • 5 butir bawang merah
  • 3 buah cabe merah besar
  • 8 buah cabe nerah keriting
  • 3 cm kunyit
  • 4 butir kemiri
Cara Membuat Buntil Isi Teri Medan:
  1. Rebus daun singkong hingga setengah matang.
  2. Isian buntil: Panaskan 3-4 sendok makan minyak. Tumis bumbu halus, serai dan daun jeruk hingga harum. Masukkan teri medan, garam, gula pasir dan kaldu bubuk. Aduk rata.
  3. Masukkan kelapa parut, terus aduk-aduk sampai matang merata. Matikan api, sisihkan.
  4. Untuk alas/kulit buntil: Ambil lembaran-lembaran daun singkong secukupnya, susun rapih hingga tidak ada celah atau lubang. (Buat untuk 4 bungkus buntil).
  5. Beri isian (adonan isi dibagi untuk 4 buntil). Lipat daun singkong bagian sisi bawah kemudian sisi kanan dan kiri lalu gulung ke depan. Agar tidak berubah bentuk ikat dengan tali sebesar lidi dengan baik. Sisihkan.
  6. Kuah Buntil: Panaskan 3-4 sendok makan minyak, tumis bumbu halus, daun salam dan serai hingga masak dan harum. Tuangkan air dan santan, aduk rata. Masukkan cabe rawit, garam, gula pasir dan kaldu bubuk. Terakhir masukkan buntil, aduk perlahan dan masak hingga kuah menyusut dan kental. Matikan api.
  7. Buntil daun singkong siap disajikan.

Tips Merebus Daun Singkong:
Daun singkong cenderung berubah warna setelah direbus. Agar warna daun singkong anda tetap hijau, tambahkan 1-2 sendok makan garam dapur atau sesuaikan dengan banyaknya daun singkong yang direbus. Penambahan sedikit baking soda juga bisa membuat daun singkong tetap cantik. Masak daun singkong dalam air yang banyak sehingga daun singkong terendam air seluruhnya. Saat memasak daun singkong, jangan tutup pancinya agar zat asam pada daun singkong ikut keluar bersama uap)



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]