Senin, 05 Agustus 2013

Serundeng Daging Sapi


Salah satu cara mengolah daging sapi adalah dengan cara menggorengnya dengan kelapa parut, jenis kuliner ini merupakan bagian dari keluarga besar kuliner tradisional Indonesia, kita mengenalnya dengan sebutan Serundeng. Ya, serundeng. Kali ini kami bagikan resep keluarga Serundeng Daging Sapi yang mak nyuuuuus.  Caranya mudah kok, ada juga tipsnya

Bahan utama:
  1. 1 butir kelapa jangan terlalu tua, juga jangan terlalu muda, parut.
  2. ¾  kg daging sapi, sebaiknya has dalam, tapi tidak harus. Anda bahkan bisa membuatnya dari jeroan sapi, termasuk babat.
Bumbu halus:
  1. 9 bawang merah
  2. 5 siung bawang putih
  3. 1 sdm ketumbar
  4. 2 sdm gula merah
  5. 1/2 sdt merica bubuk
  6. 1 sdm garam
Bumbu tidak dihaluskan:
  1. 1 batang serai
  2. 3 lembar daun pandan
  3. 2 cm jahe, memarkan
  4. 2 cm lengkuas, memarkan
  5. 2 sdm air asam jawa
  6. 3 lembar daun salam
Proses pembuatan:
  • Rebus daging atau jeroan sapi dalam presto bersama serai dan daun pandan hingga matang dan empuk, kurang lebih 15 menit tergantung nyala apinya. Potong daging sesuai selera.
  • Tumis bumbu-bumbu lain hingga harum, masukan daging, aduk sejenak, tambah minyak goreng secukupnya agar kelapa parut dan semua bahan lain tenggelam. (Catatan: Masak serundeng dengan minyak banyak hasilnya akan lebih bagus dan lebih nikmat)
  • Setelah minyak panas masukan kelapa parut, goreng dengan api kecil sampai sedang, hingga warna kelapa kecoklatan.
  • Setelah warna kelapa kecoklatan, angkat dan tiriskan hingga minyak benar-benar tiris alias keluar dan serundeng kering.
  • Angkat dan sajikan.
Tips: untuk meyakinkan rasa manis dan asin, cicipi dahulu serundeng sebelum di angkat, rasa asin dan manis tidak selalu sama dalam setiap takaran karena kadar gula dan garam berbeda.






Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]