Kamis, 08 November 2012

Kue Mendut


Kue Mendut merupakan jajan pasar yang populer dan enak rasanya. Umumnya kue mendut berbahan dasar beras ketan. Berikut adalah bahan dan cara pengolahan kue mendut:


Bahan Kulit:
  1. 2 1/2 ons tepung beras ketan atau kurang lebih setara dengan 2 gelas.
  2. 3 lembar daun pandan, potong kecil-kecil.
  3. Daun pisang untuk membungkus.
  4. Santan kental 2 gelas yang berasala dari 1/2 buah kelapa tua.
  5. 1/2 sdt garam

Bahan Isi:
  1. 1 1/2 ons gula merah iris tipis
  2. 1/2 sdt vanili
  3. 1/2 butir kelapa setengah tua parut

Proses Pembuatan:

A. Isi:
  • Masak gula merah dengan 1/2 gelas air hingga gula benar-benar larut.
  • Masukan kelapa parut.
  • Masukan Vanili.
  • Aduk terus hingga mengering.

B. Kulit dan pembungkusan:
  • Masak santan beri garam aduk hingga sedikit mengental. Dinginkan.
  • Campur tepung ketan dengan air dan pewarna, terus diaduk pakai tangan hingga benar-benar tercampur dan bisa bisa dibentuk bulatan kecil sebesar jempol kaki
  • Tekan bulatan hingga melebar, taruh isi di tengah bulatan lalu tutup kembali menjadi bulat.
  • Bungkus bulatan dengan daun pisang masing-masing kasih daun pandan yg sudah dipotong-potong.
  • Kukus hingga matang dan siap disajikan.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]