Senin, 05 November 2012

Ayam Bakar Bumbu Kari - Padang

Bosan dengan model Ayam Bakar biasa? Bagaimana kalau kita masak Ayam Bakar  a'la Kari? Rasanya eksostis, khas Ranah Minang. Tidak percaya? Coba saja sendiri!!! Nih rahasianya :

Bahan:
  1. 1 ekor ayam kampung, belah empat atau biarkan utuh
  2. 1 1/2 gelas santan dari 1/2 buah kelapa.

Bumbu halus:
  1. 1 1/2 sdm bumbu kari
  2. 5 butir bawang merah
  3. 2 cm ruas jari kunyit
  4. 1 cm ruas jari jahe
  5. 3 butir bawang putih
  6. 1 sdt ketumbar
  7. 1/4 sdt pala halus
  8. 3 buah kemiri sangrai
  9. 1 sdm garam
  10. Semua bumbu di atas dihaluskan

Bumbu lainnya:
  1. 2 lembar daun jeruk
  2. 2 batang serai

Cara Memasak:
  • Potong-potong serai kemudian tumis dengan tiga sdm minyak
  • Setelah harum masukan bumbu halus tumis hingga harum lalu masukan daun jeruk
  • Masukan ayam, aduk hingga semua permukaan tersentuh bumbu
  • Masukan santan, bila ayam cukup tua bisa ditambahkan air supaya empuk
  • Rebus ayam hingga kering sambil diaduk
  • Setelah kuah kering, bakar di atas bara arang sambil diolesi sisa kuah.
  • Siap disajikan dengan sambal terasi.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]