Rabu, 01 Agustus 2012

Pencok Ikan (Jawa Barat)


Pencok Ikan merupakan makanan sederhana kekayaan kuliner Tanah Pasundan. Bahan dasarnya adalah Ikan Tawes, namun bisa juga diganti dengan ikan Emas, Lele, Mujair besar atau bahkan Gurame.

Walau sederhana bahan dan pembuatannya, namun rasanya boleh ditanding dengan makanan dengan proses lebih ribet… Mau coba? Ini dia resepnya:

Bahan:
  • ½ kg ikan Tawes, Emas atau yang lain
  • 1 buah  jeruk nipis potong keluarkan airnya masukan kedalam satu gelas air untuk merendam ikan.
Bumbu :
  • 5 buah bawang merah bakar
  • 2 buah bawang putih, bakar
  • 5 buah (atau sesuai selera), bakar
  • 1 ruas jari jahe, bakar
  • 3 mata asam merah
  • ¾ sdm garam
  • 1 sdm gula merah
  • 1 sdt terasi bakar
  • 1 gelas santan kental  dari air matang.

Proses:
  1. Bersihkan ikan lalu rendam dalam larutan air jeruk nipis selama setidaknya 30 menit.
  2. Angkat, lalu panggang hingga matang, anda bisa mengoleskan mentega ketika memanggang. Sisihkan.
  3. Haluskan semua bumbu dengan cobek besar, taruh ikan bakar ditasnya sedikit tekan lalu balik dan tekan lagi, pindah ikan ke piring saji biarkan bumbu tersisa di cobek, tuangkan santan ke cobek aduk kemudian siramkan ke ikan yang sudah ada di piring saji, anda bisa menambahkan kemangi bila suka.

Catatan:
Di beberapa daerah ada juga yang menggunakan tambahan kacang tanah dalam bumbu, ada juga yang menggantikan santan dengan kacang tanah.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]