Senin, 10 April 2017

Resep Masakan Bubur Kakap Kecombrang

http://berjutaresep.blogspot.com/2017/04/resep-masakan-bubur-kakap-kecombrang.html

Bubur Kakap Kecombrang

Bubur ayam kecombrang adalah perpaduan yang nikmat dari kelezatan ikan kakap dan keharuman bunga kecombrang. Bunga kecombrang akan mengurangi keanyiran dari ikan kakap dalam masakan ini. Keunikan masakan ini bisa menjadi kuliner alternatif yang menyenangkan di saat liburan atau hari Minggu pagi bersama keluarga atau teman-teman. Silakan coba resepnya di bawah ini :



Bahan Bubur :
  • 100 gram beras pulen, cuci, tiriskan
  • 750 cc air/kaldu ikan
  • 1 lembar daun salam
  • 1 batang serai, ambil bagian yang putih, memarkan
  • 300 gram fillet kakap/kerapu, potong tipis
  • 1 sendok makan kecap asin
  • 1 cm jahe, memarkan
  • 1/2 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok teh garam
  • 1 buah bunga kecombrang, iris halus
  • 2 batang kucai, iris halus

Cara memasak bubur kakap kecombrang

  1. Rebus beras, air, daun salam, dan serai dengan api sedang sambil aduk sekali-sekali hingga beras matang.
  2. Masukkan ikan, kecap, jahe, merica dan garam. Masak hingga bubur mengental.
  3. Taburi irisan bunga kecombrang dan kucai, aduk rata.
  4. Angkat, sajikan panas. Untuk 4 orang.





Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]