Minggu, 01 Januari 2017

Cara membuat Delapan Jam

http://berjutaresep.blogspot.com/2017/01/cara-membuat-delapan-jam.html
Kue delapan jam khas Palembang

Kue Delapan Jam

Ketika pertama kali mendengar nama dari kue khas Palembang ini kita akan merasa sedikit heran dan bertanya-tanya apahubungan kue ini dengan waktu delapan jam?



Kue ini merupakan kuliner tradisional Palembang yang lestari hingga hari ini meskipun untuk mendapatkannya memerlukan usaha untuk mencarinya.  Nama delapan jam berasal dari waktu yang diperlukan untuk memroses kue ini hingga matang. Dan karena prosesnya begitu lama, kue ini dikenal sebagai kue yang paling lama di dunia untuk mengolahnya hingga siap makan.

Kue ini pada mulanya adalah hidangan istimewa dan hanya para bangsawan yang boleh menikmatinya, tetapi saat ini masyarakat umum sudah bisa menikmatinya dengan leluasa. Silakan coba resep kue delapan jam di bawah ini.

Bahan :
  • 12 butir telur bebek
  • 250 gram gula pasir
  • 1 kaleng susu kental manis
  • 75gram margarin, lelehkan
  • 1 bungkus agar-agar bubuk

Cara memasak Delapan Jam

  1. Aduk telur dan gula hingga gula larut, saring.
  2. Tambahkan susu kental manis, margarin dan agar-agar bubuk sambil dikocok dengan whisk.
  3. Tuang adonan ke dalam loyang persegi 18 cm yang sudah dioles margarin dan dialasi plastik.
  4. Kukus selama 8 jam dengan api kecil, angkat, setelah dingin keluarkan dari loyang, potong-potong, sajikan. Untuk 27 potong.





Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]