Selasa, 05 Januari 2016

Resep Masakan Pirik Cabe Udang Jaong Bakar

 Pirik Cabe Udang Jaong bakar adalah masakan Indonesia yang berasal dari Kalimantan Timur. Masakan berbasis udang ini patut dicoba sebagai alternatif maskan sehariari-hari, kekuatan masakan ini ada pada sambalnya. Berikut ini rincian bahan dan cara memasaknya.

Bahan :
  • 200 gram udang besar, bersihkan
Bumbu perendam :
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • 2 sendok makan air jeruk nipis
  • 2 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan mentega
  • 1/4 sendok teh garam
Sambal irik
  • 5 buah cabai merah
  • 5 buah cabe rawit hijau
  • 2 siung bawang merah
  • 1/2 sendok teh terasi
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1 sendok teh gula merah
  • 1 buah tomat merah, potong-potong
  • 3 buah kecombrang (jaong) muda, bakar sebentar, ambil batangnya, iris halus.
Cara memasak :
  1. Belah punggung udang jangan sampai putus, lumuri udang dengan bumbu perendam, aduk rata. Diamkan selama 10menit hingga meresap.
  2. Bakar udang sambil diolesi bumbu perendam hingga matang, angkat.
  3. Samabal pirik : haluskan cabe merah, cabe rawit hijau, bawang merah, terasi, dan garam hingga halus, tambahkan gula merah, tomat dan kecombrang bakar, aduk rata.
  4. Sajikan udang bersama sambal pirik. 
  5. Bisa disajikan untuk 3 orang.



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]