Sabtu, 07 Maret 2015

Gulai Tutut dan Dengdeng Batokok by. Vina Ardhika



Gulai Tutut dan Dengdeng Batokok
by. Vina Ardhika

sebelah gulai tutut nama nya dendeng batokok,, semacam daging yg di ungkep dgn bumbu,, trs di goreng sebentar lalu di getok dan terakhir di balado kasar deh



Dengdeng Batokok

Bahan:
500gr daging potong tipis kira2 jd 12, di rebus pake bumbu ketumbar,garam,bawang putih,jahe dan asam jawa sampe empuk sisakn sedikit kaldu nya..
Lalu panas kan minyak goreng
Goreng daging ny jgn sampe kering lalu angkat dan d getok agar pipih..

Untuk balado nya
Haluskan sedikit cabe merah kritng,bawang merah dan tomat
Tumbuk kasar cabe merah besar untuk campuran cabe kriting td..
Goreng semua cabe di minyak sisa goreng daging td tambah kan garam dan gula,,
Setelah hampir masak masukan sisa kaldu rebusan daging td..
Masak sampe matang cabe nya
Lalu campurkn daging yg sudah di getok ke dalam cabe goreng nya.. jadii dehh hehehe



Gulai Tutut
Tutut nya di buang ekor nya bun pake piso biar mudah di sedot


Bumbunya:
cabe merah, bawang putih, bawang merah,jahe, kunyit di haluskan semua
Tambah kan daun jeruk dan daun salam.. msak bumbu bersama santan sampai mendidih lalu masukkan tutut.. masak sampai matang tambahkan garam, gula sedikit dan penyedap..









Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]