Jumat, 13 September 2013

Gudeg Jogja

Gudeg Jogja adalah ikon kuliner masyarakat Yogyakarta, nyaris tidak ada Wong Jogja yang tidak suka masakan tradisional Yogyakarta ini. Sebagaimana selera umum masyarakat Jogja, rasa gudegpun cenderung manis.

Gudeg tidak sulit dibuat, namun bila mengikuti "pakem" pembuatan sesuai aslinya, maka butuh kesabaran ekstra untuk mengolahnya, karena secara tradisional masak gudeg bisa membutuhkan waktu berjam-jam. Namun anda toh masih bisa menggunakan cara lebih praktis untuk melakukannya, anda bisa menggunakan kompor gas untuk memasak, walau diyakini banyak orang memasak gudeg paling baik tetaplah menggunakan kayu bakar atau arang.

Cobalah sesuai keinginan anda, mau pakai pakem tradisional ataupun praktis, resep ini akan membuat rasa gudeg anda tetep mak nyuus.

Bahan :
  1. 1 kg nangka muda (tewel), dipotong sesui selera.
  2. 3 - 5 telor yang sudah direbus buang kulitnya.
  3. 2 lembar daun jati .
  4. 2 gelas santan kental dari 1 butir kelapa.

Bumbu halus:
  1. 4 siung bawang putih
  2. 9-10 buah bawang merah
  3. 4 butir kemiri sangrai
  4. 1/2 sendok teh ketumbar
  5. 1/4 kg gram gula merah
  6. garam secukupnya


Bumbu lain:
  1. 3 cm lengkuas potong tipis (1cm) kemudian digeprek
  2. 3 lembar daun salam


Proses pembuatan:
  • Rebus nangka dengan daun jati hingga empuk, kemudian buang tiriskan.
  • Campurkan bumbu halus dengan santan.
  • Siapkan panci tebal (lebih baik bila menggunakan panci tanah liat atau gerabah) namun kalau tidak ada tidak apa-apa.
  • Masukkan lengkuas, salam dan kemudian nangka, tambahkan air 1 gelas air tutup panci rebus hingga air hampir habis.
  • Masukkan santan, aduk rata, rebus, biarkan sekitar 1/2 jam.
  • Aduk, masukkan telor. Panasakan dengan api kecil hingga santan kering.
  • Untuk hasil sempurna inapkan selama semalam agar bumbu benar-2 meresap. Saat hendak disantap hangatkan terlebih dahulu.


Catatan:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]