Kamis, 15 Agustus 2013

Kue Lopis Ketan

Konon kudapan gurih manis ini berasal dari Pulau Madura, akan tetapi kue tersebut sempat terkenal di berbagai daerah lain terutama di Pulau Jawa. Walau sekarang mulai tergerus oleh makanan 'moderen' yang mulai menggeser 'makanan lama' khas Nusantara.

Kue Lopis Ketan (karena Lopis juga bisa dibuat dari singkong) bisa dibuat dengan mudah dan dengan cara yang amat sederhana.

Akan ada arisan?

Mengapa tidak hidangkan kue ini saja agar aroma tradisisional tetap terasa, namun dengan cita rasa yang tidak kalah dengan makanan moderen.

Bahan:

  • 500 gr beras ketan.
  • Kelapa parut dari sekitar 1/2 butir kelapa.
  • 1 1/2 sendok teh garam.
  • 2 lembar daun pandan atau vanili 1/2 sdt.
  • 3 1/2 ons gula aren atau gula merah, bersama daun pandan atau vanili masak dengan satu cangkir air hingga mengental menjadi seperti sirup (anda bisa juga menambahkan Durian, Nangka atau buah yang lain untuk membuat aroma)
  • Daun pisang

Proses:

  • Cuci bersih beras ketan, tiriskan.
  • Campur beras ketan dengan garam, diamkan sebentar.
  • Bungkus dengan daun pisang buat bentuk segitiga.
  • Kukus hingga matang tanak.

Penyajian:
  •  Hidangkan Lopis dengan ditaburi kelapa parut dan dituangi sirup gula.

Selesai! Mudah sekaliii bukan?






Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]