Selasa, 09 Juli 2013

Nagasari

Kue Nagasari adalah kue dengan rasa gurih manis, penganan tradisional ini menyegarkan karena dimasak dengan direbus dan kukus, cocok disajikan sebagai sajian khas untuk hari - hari raya dan acara-acara khusus seperti pertemuan keluarga maupun arisan. Buatnya mudah kok!

Bahan :
  1.     2 ons tepung beras
  2.    ½  ons tepung hunkwe tanpa warna
  3.     1 ½ ons gram gula pasir
  4.     3 gelas  santan kental
  5.     ½  sendok teh garam
  6.     ½  sendok teh vanili
  7.     3 lembar daun pandan
  8.     3 buah pisang nangka, pisang  tanduk atau pisang kepok, dipotong sesuai selera.
  9.     daun pisang untuk bungkus

Variasi  (tidak mutlak harus ada):

  • 2-5 sdm isi buah durian,atau buah sirsak atau nangka dihaluskan.

Proses pembuatan:
  • Campur tepung beras, hunkwe, gula pasir, vanili dan garam aduk hingga rata.
  • Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk rata, masukan daun pandan, rebus.
  • Masak terus sambil diaduk hingga kental, masukan tambahan variasi jika ada, masak aduk hingga kalis (tidak lengket).
  • Ambil sepotong daun pisang tuang dua sendok adonan masukan pisang didalam kemudian bungkus sesuai selera.
  • Kukus dengan air mendidih, kurang lebih ½ jam.




Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]