Selasa, 17 Juli 2012

Bubur Sumsum

Bahan:

  1. 100 g tepung beras yang bagus
  2. ½ sdt garam
  3. 650 ml santan
  4. 2 lembar daun pandan, potong-potong

Saus:

  1. 200 g gula merah, sisir
  2. 50 g gula pasir
  3. 250 ml air
  4. 1 lembar daun pandan, potong-potong


Cara membuat:

  • Campur tepung beras, dengan sebagian santan dan garam. Aduk rata.
  • Masak sisa santan dan pandan hingga mendidih.
  • Tuangkan larutan tepung beras, aduk hingga kental dan mendidih. Angkat.
  • Saus: Masak semua bahan hingga mendidih dan gula larut. Angkat, saring.
  • Sajikan bubur dengan Sausnya.


Tips:
-Saus bisa juga dicampur dengan aroma buah durian, akan lebih menarik aromanya.
-Agar tidak menggumpal, sebelum dipanaskan aduk dahulu tepung beras dengan santan hingga rata dan licin. Pastikan tak ada gumpalan tepung yang tersisa. Saat dipanaskan, gunakan api kecil dan aduk-aduk terus menerus hingga mulai mengental dan licin. Jangan memakai api besar karena bubur lebih cepat bergumpal dan licin. Seteah diangkat dari api, aduk-aduk hingga uapnya hilang dan tak terjadi gumpalan adonan.




Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).

Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]